sekitar setahun yang lalu. untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasa sangat dekat denganya. seseorang yang hanya ku pandang dari jauh, seseorang yang ku pandang saat dia membelakangiku, dan seseorang yang ku pandang bahkan punggungnya pun tak apa. bahagia? tapi aku juga sedih. kenapa? bahagia karena bisa berdekatan dengannya dan sedih karena dia akan hilang dari pandangan mataku. dia akan meninggalkan sekolah ini untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
sebenarnya saat aku menulis ini, aku merasa sedikit 'sakit' karena selama ini aku menguburnya dalam hatiku, tapi karena aku ingin mengenangnya jadi itu tak masalah.
aku adalah seseorang yang berani mencintainya diam diam. rasanya? jangan di tanya lagi. aku yakin kalian semua pernah sepertiku dan aku tahu kalian juga pasti merasakannya. seperti kebanyakan cinta tak terbalas. aku sebagai pelakunya hanya berstatus sebagai adik kelasnya. berani mencintainya adalah sesuatu yang sangat menantang. kenapa? karena.. dia juga mencintai orang lain. dalam hal ini dia memiliki kekasih.
waktu itu, saat semua orang merayakan kelulusannya, mencoret coret seragam mereka, mencoret coret rambut mereka, aku memberanikan diri untuk mendekatinya hanya sekedar... meminta foto padanya. dalam hal ini, ini yang pertama dan mungkin saja untuk yang terakhir kalinya.
memandangnya sedekat ini membuat jantungku ingin lepas. napas ku tak beraturan dan tanganku gemetar. aku sudah mencintainya sejak dulu. sejak dulu sekali. tapi... dia tidak menyadarinya.
ku siapkan spidol untuk menulis namaku di seragam kelulusannya itu. dalam hati aku berkata "ini adalah kenanganku untukmu, agar suatu saat kau bisa mengingatku juga".
di saat itulah, aku memandangnya untuk terakhir kalinya. saat itu juga untuk pertama kalinya aku dekat dengannya, sangat dekat denganya.
aku... merindunya sejak dia hilang dari pandangan mataku. tidak ada lagi hari senin indah bagiku. upacara bendera adalah salah satu cara agar aku bisa memandangnya lebih lama walaupun itu dari kejauhan.
sekarang sudah semusim aku tak melihatnya. dia... orang yang sangat tidak muncul dalam media sosial,dan itu membuatku tak tahu harus mencarinya kemana.
walau yang aku tahu terbagi dua musim panas dan hujan, aku menggambarkan rinduku padanya seperti musim yang terus berganti hari demi hari, bulan demi bulan bahkan tahun demi tahun.
dia... tak pernah hilang dari hatiku.
sebenarnya saat aku menulis ini, aku merasa sedikit 'sakit' karena selama ini aku menguburnya dalam hatiku, tapi karena aku ingin mengenangnya jadi itu tak masalah.
aku adalah seseorang yang berani mencintainya diam diam. rasanya? jangan di tanya lagi. aku yakin kalian semua pernah sepertiku dan aku tahu kalian juga pasti merasakannya. seperti kebanyakan cinta tak terbalas. aku sebagai pelakunya hanya berstatus sebagai adik kelasnya. berani mencintainya adalah sesuatu yang sangat menantang. kenapa? karena.. dia juga mencintai orang lain. dalam hal ini dia memiliki kekasih.
waktu itu, saat semua orang merayakan kelulusannya, mencoret coret seragam mereka, mencoret coret rambut mereka, aku memberanikan diri untuk mendekatinya hanya sekedar... meminta foto padanya. dalam hal ini, ini yang pertama dan mungkin saja untuk yang terakhir kalinya.
memandangnya sedekat ini membuat jantungku ingin lepas. napas ku tak beraturan dan tanganku gemetar. aku sudah mencintainya sejak dulu. sejak dulu sekali. tapi... dia tidak menyadarinya.
ku siapkan spidol untuk menulis namaku di seragam kelulusannya itu. dalam hati aku berkata "ini adalah kenanganku untukmu, agar suatu saat kau bisa mengingatku juga".
di saat itulah, aku memandangnya untuk terakhir kalinya. saat itu juga untuk pertama kalinya aku dekat dengannya, sangat dekat denganya.
aku... merindunya sejak dia hilang dari pandangan mataku. tidak ada lagi hari senin indah bagiku. upacara bendera adalah salah satu cara agar aku bisa memandangnya lebih lama walaupun itu dari kejauhan.
sekarang sudah semusim aku tak melihatnya. dia... orang yang sangat tidak muncul dalam media sosial,dan itu membuatku tak tahu harus mencarinya kemana.
walau yang aku tahu terbagi dua musim panas dan hujan, aku menggambarkan rinduku padanya seperti musim yang terus berganti hari demi hari, bulan demi bulan bahkan tahun demi tahun.
dia... tak pernah hilang dari hatiku.
Weh! Kak Gans ini nah? 😅
BalasHapusBUKAN NIL, SESEORANG YANG LAIN :D
Hapus