Pernah nggak sih kalian merasa TERTEKAN? Di paksa melakukan
sesuatu yang kalian bahkan tidak pernah sukai. Di paksa jadi sesuatu yang
kalian tidak inginkan. Terkadang kalian hanya menjadi boneka bagi orang tua
kalian. Orang tua yang selama ini jadi panutan, bagi sebagian orang , mereka
adalah seseorang yang sangat menakutkan. Rasa TERTEKAN inilah yang menjadi kan
anak merasa muak dan melakukan hal hal yang menyimpang. Karena bagi mereka,
orang tua bukan lagi seseorang yang mendukung mu sepenuhnya, tapi bahkan
menjadi monster bagi dirimu.
Kamu bahkan tidak di biarkan untuk berbicara sepatah pun.
Kamu hanya harus diam dan menunggu mereka mengarahkan mu melakukan apa yang
mereka sudah rancang. Kamu mau berkatah ‘ahh’, ‘aku tidak mau’, jangan paksa
aku’, kamu akan di anggap durhaka. Di anggap anak tidak berbakti, anak tidak
tau malu, bahkan sampai di kata katai kotor. Kamu masih bisa anggap mereka
orang tua??
Dan kau harus sukses melakukan kemauannya. Jika tidak, apa
yang akan mereka lakukan? Mereka akan mengata ngataimu tak berguna,
membandingkan mu dengan anak teman temannya yang bisa sukses melakukan itu.
kamu di paksa untuk selalu melakukan sesuatu dengan sempurna. Tanpa cacat
secuil pun. Coba lihat sekarang,
bagaimana rambutmu tidak rontok terus menerus, bagaimana badanmu tidak kurus
kalau sesuatu yang kau lakukan adalah tekanan dari orang yang dulu sangat kau
sayangi.
Ada sebuah kisah dari salah satu teman. Dia juga mengalami
hal yang demikian, dari kecil selalu di paksa mendapat peringkat, jika tidak,
dia akan di bentak habis habisan dengan ibunya. Jadi karena mendapat tekanan
itu,dia selalu belajar dengan bayang bayangan ibunya yang sedang memakinya.
Sempurna, tanpa cacat secuil pun. Hingga suatu waktu, saat dia beranjak remaja,
dia mengalami masa pubertas dan sudah mengenal minat dan bakatnya sendiri, dia
akhrinya sudah tak rajin lagi belajar. Tapi di mataku, dia masih saja bisa di
bilang seseorang yang pintar. Kenapa? Karena dia mendapatkan peringkat ke7 dari
35 orang di kelasnya. Dan kelasnya itu adalah kelas unggulan. Aku bahkan bangga
padanya.
Tapi kalian tahu,apa yang ibunya lakukan mengetahui anaknya
peringakt ke7? Dia bahkan memakinya, mencacinya, mengeluarkan kata kata yang
tak pantas untuk di dengar seorang anak yang masih berumur 14 tahun. Ibunya
bahkan berkata bahwa dia telah menyianyiakan uangnya untuk membelikan anaknya
buku buku pelajaran. Bahkan ibunya berkata bahwa anaknya adalah yang terbodoh.
Bahkan yang lebih parah, ibunya berkata bahwa dia menyuruh anaknya untuk
berhenti saja bersekolah, lebih baik dia pergi berjualan di pasar, menjual
sayuran, Lombok dll. Katanya, itu lebih pantas untuk anaknya.
Apa yang kalian pikirkann? Kalian tidak percaya bahwa
seorang ibu bisa berkata sedemikian jahatnya.? Tapi aku tidak berbohong, ini
adalah kenyataan. Aku tidak punya waktu untuk mengarang sesuatu.
Aku ingin bertanya pada mu, apakah ada seorang ibu yang tega
melakukan itu hanya karena anaknya peringkat ke7? Tidakk membanggakan kah itu
di matanya? Apa yang ibu ini pikirkan?
Tekanan itulah yang membuat anak tak mampu bertahan, mereka
lebih memilih untuk keluar dari rumah, pergi ke klub malam hanya untuk
menenangkan pikirannya. Akibatnya mereka terjerumus di dalam dunia hitam.
Bahkan tekanan bisa membuat anak memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara
gantung diri, bahkan mengiris nadi tangannya atau bahkan meminum racun. Karena
mereka tidak mampu lagi menahan maki makian dari orang yang seharusnya
mendukungnya penuh.
Terkadang mereka berkata bahwa ‘ini adalah yang terbaik’.
Yang terbaik? Walaupun itu berubah mnjadi tekanan?
Ingat! Terkadang, anak juga harus menasehati orang tua.
Tidak selamanya orang tua itu selalu benar. Mereka juga harus di beritahu bahwa
anak tidak harus melakukan apapun yang mereka mau. Anak itu harus di dukung,
orang tua harus mengarahkan anak anaknya di jalan yang benar tanpa TEKANAN.
Ingat! TANPA TEKANAN. Jangan tekan anak anak untuk menjadi sempurna. Mereka
bisa jadi sempurna dengan keahliannya sendiri. Biarkan mereka memilih yang
terbaik buat mereka. Dan tugas orang tua adalah memilah pilihan anak anaknya
yang pantas untuk mendapat dukungannya.
nda setuju ka mey!
BalasHapusnda setuju ka mey!
BalasHapus