Senin, 20 Juli 2015

Terima kasih ibu telah melahirkannya


Hari ini kau tepat berulang tahun. Yah... hari ini. Selamat ulang tahun sekali lagi. Aku? Yah.. jelas.. aku mengucapkan sebuah doa padamu. Dan aku berharap kau bisa mengamininya semua.

Tapi aku merasa kau sama sekali tidak membutuhkan doa itu. Dari aku? Dari seseorang seperti aku? Yah... aku begitu tidak penting kan?
Tapi bagiku kau sangat penting.

Kau tahu, aku bahkan menunggu hingga jam 12 tengteng untuk
menjadi yang pertama. Tapi rasanyaa semuanya sia sia.

Aku tahu, kau tak suka dan aku ini perempuan, mahluk paling peka di dunia. Dan aku merasakannya bahwa kau tak menginginkan itu.
Aku rasa aku salah. Seharusnya aku tak bersemangat melakukannya. Yah... aku salah. Bukan aku yang kau butuhkan.

Aku hanya ingin menjadi temanmu.
Tidakbisakah? Aku rasa TIDAK.
Aku... minta maaf atas segala
kekonyolan yang aku lakukan. Jangan fikirkan apapun yang aku ucapkan.



Sekali lagi, selamat ulang tahun hey kau. Aku berharap kita tidak akan pernah bertemu lagi. Aku minta untuk selamanya.


Rabu, 24 Juni 2015

KISAH SENJA

Alkisah, di sebuah kerajaan hiduplah seorang pangeran bernama azka. Pangeran tersebut sangatlah tampan. Dia sangat di gilai kaum perempuan di seluruh kota.
Selain ketampanannya, dia juga sangat baik hati dan sangat ramah kepada para rakyat di kala itu. Setiap kali dia berjalan menyusuri kota, seluruh masyarakat selalu mengaguminya, pangeran azka pun selalu memberikan senyumnya kepada para rakyat . Pangeran azka adalah idaman semua wanita di kala itu. Salah satunya adalah senja. Perempuan dari kalangan bawah ini sangat menyukai pangeran azka. Dia sangat berharap bisa menjadi istri pangeran azka,walaupun itu sangat mustahil baginya . Setiap sore hari, senja selalu mampir ke lapangan acuan kuda untuk melihat pangeran azka bermain kuda. Menyaksikannya menunggangi kuda dengan tubuh yang di basahi oleh keringat. Membuatpangeran azka semakin terlihat menawan bagi senja.

Hingga suatu hari, terdengarlah berita bahwa pangeran akan menikah dengan seorang perempuan cantik pilihan ayahnya. Terdengar bahwa perempuan itu berasal dari desa seberang. Dia adalah putri dari seorang raja dari kerajaan termahsyur di desa itu. Ayah pangeran azka dan ayah perempuan itu adalah sahabat dekat. Dan akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menjodohkan pangeran azka dan putri mayang namaperempuan itu.
Desas desus berita gembira itu tersebar di telinga para rakyat. Ada yang gembira mendengarnya dan ada pula yang sedih mendengarnya. Salah satu orang yang sedih mendengarnya adalah senja. Senja sangat kecewa karena pangeran azka akan segera menikah. Dia tidak bisa berbuat apa apa, dia hanya bisa pasrah melihat keadaan itu. senja penasaran bagaimana rupa putri mayang itu. Apakah dia begitu cantik hingga bisa memikat pangeran azka? Selama ini yang senja tau, sudah berapa kali pangeran azka di jodohkan oleh ayahnya dan dia terus menolak. Namun kali ini pangeran menerimanya. Berarti putri mayang memiliki wajah yang sangat cantik hingga pangeran azka ingin menikahinya. Hingga suatu hari, orang orang berbondong bondong pergi ke lapangan acuan kuda, karena kabarnya di sana ada pangeran azka dan putri mayang sedang bermain kuda. Senja pun akhirnya pergi kesana segera. Betapa kagetnya dia melihat putri mayang. Dia sangat cantik layaknya bidadari. Kulitnya putih bersinar, wajahnya sangat cantik, senyumnya sangat menawan , rambutnya panjang dan sangat berkilau dan dia terlihat sangat anggun dan baik hati. Senja mulai mengerti dan berusaha melupakan pangeran azka.

Seminggu sebelum pernikahan pangeran azka dan putri mayang berlangsung, senja ternyata tidak bisa melupakan pangeran azka. Saking merindunya, senja jatuh sakit dan tak kunjung sembuh. Orang tua senja pun khawatir dengan keadaan anaknya yang semakin hari semakin memburuk. Hingga ibu senja mengirim surat ke kerajaan untuk pangeran azka. Pangeran azka menerimanya dan membuka surat itu.

"Untuk pangeran azka Maafkan saya yang telah lancang memberikan surat ini kepada anda Tuanku. Saya tidak bermaksud apa apa. Saya hanya ingin memberitahu anda Tuanku, bahwa anakku Yang bernama senja sangat mencintai anda. Dia selalu saja menyebut nyebut nama anda Tuanku setiap kalidia bermimpi. Sekarang dia sedang sakit parah, semenjak anda memutuskan untuk menikah dengan putri mayang. Keadaanya semakin memburuk Tuanku, dia tidak bisa makan ataupun minum, dia hanya selalu memanggil nama anda Tuanku. Aku sebagai ibu tidak tega melihatnya seperti itu. semakin hari dia semakin kurus Tuanku, tolong bantulah anakku Tuanku, jika engkau berkenan, datanglah untuk mengunjunginya,dia hanya membutuhkan anda Tuanku, tolong bantulah anakkuTuanku."

Pangeran azka kaget setelah membaca surat itu. Setiap malam dia terus berfikir apakah diaharus datang menjenguk perempuan itu atau tidak? Saking lamanya dia berfikir, hari pernikahan pangeran azka pun tiba. Semua rakyat di kala itu sangat bahagia menyambut mereka berdua. Pangeran azka pun lupa dengan permintaan ibu senja. Dia terlalu bahagia kala itu.

Beberapa bulan kemudian, putri mayang jatuh sakit. Kata tabib.putri mayang mengalami kelainan hati , tabib menyarankan bahwa sang putri harus di beri donor hati. Maka di buatlah sayembara. Barang siapa yang ingin mendonorkan hatinya untuk tuan putri maka akan di beri segudang emas dan berlian. Namun tak ada satupun yang mau mendonorkan hatinya untuk tuan putri.
Keadaan tuan putri makin memburuk. Pangeran azka pun tak henti hentinya membuat sayembara hingga ke desa seberang. Pangeran berkata "apapun akan saya lakukan untuk kalian yang ingin mendonorkan hatinya kepada istriku" .

Sebulan telah berlalu namun pangeran belum juga mendapatkan donor hati itu. Pangeran menangis tersedu sedu di samping tubuh istrinya yang kini mulai melemah. Hingga, pengawal membawa kabar baik, bahwa ada seseorang yang ingin mendonorkan hatinya untuk sang putri. Pangeran sangat senang dan sangat ingin mengucapkan terima kasih pada orang itu.
Akhirnya sang putri pulih kembali. Sebagai balasanya, pangeran azka ingin memberinya hadiah. lalu pangeran meminta pengawal memberitahunya siapa orang baik itu. Tapi pengawal malah memberinya sepucuk surat. "Untuk pangeran azka" Sebulan yang lalu, anakku senja meninggal dunia. Aku tahu anda Tuanku terlalu sibuk dengan pernikahan anda beberapa bulan yang lalu hingga tak punya waktu untuk mengunjungi anakku senja. Padahal dia sangat menunggu anda Tuanku, bahkan aku telah berjanji padanya bahwa ku pastikan anda Tuanku akan datang. Anda tahu Tuanku, dia bahkan menyuruhku membuatkannya pakaian dari kain sutra untuk dia pakai saat anda datang mengujunginya. Tapi ternyata anda tidak datang, dan anakku senja semakin memburuk. Hingga pada hari itu senja anakku melihat sayembara anda Tuanku, dia berkata bahwa izinkan aku menyumbangkan hatiku untuk tuan putri. Lalu aku bertanya pada anakku mengapa kau mau menyumbangkan hatimu untuk tuan putri? Dan apakah anda tau apa jawabannya Tuanku? Dia menjawab " aku hanya ingin hatiku hidup di tubuh sang putri, agar aku bisa tetap mencintai sang pangeran.setidaknya sang putri menggunakan hatiku dan perasaanku untuk mencintai pangeran. Jadi aku akan hidup di sisinya selamanya." pangeran, dia mencintai aku, tapi tidak sebesar cintanya pada anda Tuanku.

Pangeran azka tak henti hentinya menangis. Tangannya bergetar hebatsetelah membaca sebuah surat itu. Sang putri pun juga ikut merasa sedih sekaligus berterima kasih pada senja yang sangat menolong hidupnya itu. Sebagai tanda terima kasih, senja di kuburkan di sebuah tanah yang sangat luas, tanah itu di berikankhusus untuk menghormati senja. Hingga beberapa tahun kemudian, tanah itu di tumbuhi beraneka ragam bunga bunga nan indah. Maka pangeran azka menjadikan tanah itu sebagai taman. Yang di beri nama taman senja. Putri kecil pangeran azka dan putri mayang pun di beri nama SENJA.

Rabu, 17 Juni 2015

MASJID (tempat sakral yang mengingatkan ku padamu)

Ceritanya begini, ada seorang perempuan bernama adinda(namanya aku samarkan). Adinda ini lagi suka banget sama seorang cowok di komplek rumahnya. Nama cowok itu adalah reyhan(namanya aku samarkan). Reyhan ini adalah kakak kelas adinda sekarang di salah satu sekolah menengah atas. Si reyhan ini orangnya sangat pendiam. Dia bisa di sebut juga sangat pemalu,emm.. mungkin juga sangat jutek.yah.. kata adinda, dia orangnya sangat jutek. Senyummnya pun nggak bakal di kasih deh sama orang yang nggak dia kenaal sama sekali. Mysterious guy deh pokoknya. Nggak tau bagaimana ceritanya, adinda bisa jatuh hati sama si reyhan ini. Biasalah.. penyakit anak remaja. Jatuh cintnya selalu diam diam. Adinda pun sama. Dia nggak berani nyatain perasaanya sama si reyhan ini. Makanya, dia hanya bisa diam sambil memerhatikannya dari kejauhan.
Awalnya semuanya menyenangkan. Bagi adinda, ini adalah pengalaman terseru dalam percintaan. Pura pura nggak liat dia pas lagi bertemu di jalan, nggak senyum senyum saat ketemu,anggap dia orang lain saat di jalan, tapi di balik punggungnya adinda akan dengan senang untuk meloncat loncat karena pertemuan yang mungkin tidak pernah dia bayangkan.

 Mungkin bagi orang orang awam itu tidak ada kesannya sama sekali, tapi percayalah “ini adalah kejutan terbaik dari TUHAN” kata adinda. Berhari hari, berbulan bulan, hingga sampai bertahun tahun.
 Adinda masih setia dengan perasaannya itu. walaupun sekarang dia mungkin sangat tersakiti. Kau tahukan, menjadi pengagum rahasia itu harus punya mental batin yang kuat? Bagaimana tidak, orang yang cintai mungkin saja akan punya kekasih, atau teman jalan atau apapun itu. dan apa yang pengagum rahasia itu lakukan? Yah… paling paling hanya menelan ludah dan DIAM. Itu saja. “adinda… kau harus tabah ”

 Oh iya, kenapa masjid? Karena tempat itulah di mana adinda memilihnya untuk di cintai. Entah bagaimana detailnya, waktu itu dia berkata “dia adalah laki laki yang sempurna, di saat semua laki laki di komplek ini malah berhamburan keluar rumah tak jelas arah kemana mereka pergi, dia malah mengarahkan kakinya untuk menginjak masjid, tidakkah itu menakjubkan?” hmm… dari yang aku terka, sejak saat itu dia mulai memperhatikannya dengan sangat detail. Adinda selalu senang ke masjid, kenapa? Yah.. karena di tempat itulah dia akan melihat ‘orang itu’ berada. Dosa nggak sih adinda? Apalagi kalau ramadhan telah tiba. Itu adalah moment yang paling adinda sukai. Karena dia akan ke masjid setiap hari.
Entah mengapa sekarang, masjid dan orang itu sangat lekat hubungannya. Setiap kali adinda ke masjid, (masjid komplek rumahnya) dia pasti terngiang ngiang akan wajah orang itu. walaupun sekarang orang itu tidak tinggal di komplek itu lagi. Yang aku dengar, orang itu pindah entah kemana. Dan menetap di sana. Pernah suatu hari, adinda pergi ke masjid untuk menunaikan sholat maghrib, saat adinda menginjakkan kakinya ke lantai masjid otaknya memutar segala memori tentang orang itu. dan akhirnya adinda tidak focus dalam beribadah. Dan pada saat itu juga, adinda takut untuk kembali ke masjid. “sia sia saja aku ke masjid, kalau otak dan fikiranku semuanya tertuju padanya” kata adinda. Hmm… aku tahu bagaimana rasanya berada di posisi adinda. Dan itu sangat melelahkan. “tapi, bagaimana ini Tuhan? Kalau ke masjid saja aku hanya memikir kannya? “. Tiap kali adinda ke masjid wajahnya, kulitnya, warna bajunya, caranya berjalan, tergiang ngiang dalam fikirannya. Kata adinda untuk sementara waktu dia akan beribadah di rumah saja. Jangan sampai ibadahnya sia sia karena orang itu. toh.. di hadist mengatakan bahwa perempuan lebih baik sholat di rumah sajakan.
 …..
 Waw… aku rasa cerita adinda cukup unik. Bagaimana masjid menjadi saksi antara dia dan orang itu. 

Selasa, 12 Mei 2015

TEKANAN ORANG TUA



Pernah nggak sih kalian merasa TERTEKAN? Di paksa melakukan sesuatu yang kalian bahkan tidak pernah sukai. Di paksa jadi sesuatu yang kalian tidak inginkan. Terkadang kalian hanya menjadi boneka bagi orang tua kalian. Orang tua yang selama ini jadi panutan, bagi sebagian orang , mereka adalah seseorang yang sangat menakutkan. Rasa TERTEKAN inilah yang menjadi kan anak merasa muak dan melakukan hal hal yang menyimpang. Karena bagi mereka, orang tua bukan lagi seseorang yang mendukung mu sepenuhnya, tapi bahkan menjadi monster bagi dirimu.
 Kamu bahkan tidak di biarkan untuk berbicara sepatah pun. Kamu hanya harus diam dan menunggu mereka mengarahkan mu melakukan apa yang mereka sudah rancang. Kamu mau berkatah ‘ahh’, ‘aku tidak mau’, jangan paksa aku’, kamu akan di anggap durhaka. Di anggap anak tidak berbakti, anak tidak tau malu, bahkan sampai di kata katai kotor. Kamu masih bisa anggap mereka orang tua??

Dan kau harus sukses melakukan kemauannya. Jika tidak, apa yang akan mereka lakukan? Mereka akan mengata ngataimu tak berguna, membandingkan mu dengan anak teman temannya yang bisa sukses melakukan itu. kamu di paksa untuk selalu melakukan sesuatu dengan sempurna. Tanpa cacat secuil pun.  Coba lihat sekarang, bagaimana rambutmu tidak rontok terus menerus, bagaimana badanmu tidak kurus kalau sesuatu yang kau lakukan adalah tekanan dari orang yang dulu sangat kau sayangi.

Ada sebuah kisah dari salah satu teman. Dia juga mengalami hal yang demikian, dari kecil selalu di paksa mendapat peringkat, jika tidak, dia akan di bentak habis habisan dengan ibunya. Jadi karena mendapat tekanan itu,dia selalu belajar dengan bayang bayangan ibunya yang sedang memakinya. Sempurna, tanpa cacat secuil pun. Hingga suatu waktu, saat dia beranjak remaja, dia mengalami masa pubertas dan sudah mengenal minat dan bakatnya sendiri, dia akhrinya sudah tak rajin lagi belajar. Tapi di mataku, dia masih saja bisa di bilang seseorang yang pintar. Kenapa? Karena dia mendapatkan peringkat ke7 dari 35 orang di kelasnya. Dan kelasnya itu adalah kelas unggulan. Aku bahkan bangga padanya.

Tapi kalian tahu,apa yang ibunya lakukan mengetahui anaknya peringakt ke7? Dia bahkan memakinya, mencacinya, mengeluarkan kata kata yang tak pantas untuk di dengar seorang anak yang masih berumur 14 tahun. Ibunya bahkan berkata bahwa dia telah menyianyiakan uangnya untuk membelikan anaknya buku buku pelajaran. Bahkan ibunya berkata bahwa anaknya adalah yang terbodoh. Bahkan yang lebih parah, ibunya berkata bahwa dia menyuruh anaknya untuk berhenti saja bersekolah, lebih baik dia pergi berjualan di pasar, menjual sayuran, Lombok dll. Katanya, itu lebih pantas untuk anaknya.

Apa yang kalian pikirkann? Kalian tidak percaya bahwa seorang ibu bisa berkata sedemikian jahatnya.? Tapi aku tidak berbohong, ini adalah kenyataan. Aku tidak punya waktu untuk mengarang sesuatu.
 Aku ingin bertanya pada mu, apakah ada seorang ibu yang tega melakukan itu hanya karena anaknya peringkat ke7? Tidakk membanggakan kah itu di matanya? Apa yang ibu ini pikirkan?

Tekanan itulah yang membuat anak tak mampu bertahan, mereka lebih memilih untuk keluar dari rumah, pergi ke klub malam hanya untuk menenangkan pikirannya. Akibatnya mereka terjerumus di dalam dunia hitam. Bahkan tekanan bisa membuat anak memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, bahkan mengiris nadi tangannya atau bahkan meminum racun. Karena mereka tidak mampu lagi menahan maki makian dari orang yang seharusnya mendukungnya penuh.
Terkadang mereka berkata bahwa ‘ini adalah yang terbaik’. Yang terbaik? Walaupun itu berubah mnjadi tekanan?


Ingat! Terkadang, anak juga harus menasehati orang tua. Tidak selamanya orang tua itu selalu benar. Mereka juga harus di beritahu bahwa anak tidak harus melakukan apapun yang mereka mau. Anak itu harus di dukung, orang tua harus mengarahkan anak anaknya di jalan yang benar tanpa TEKANAN. Ingat! TANPA TEKANAN. Jangan tekan anak anak untuk menjadi sempurna. Mereka bisa jadi sempurna dengan keahliannya sendiri. Biarkan mereka memilih yang terbaik buat mereka. Dan tugas orang tua adalah memilah pilihan anak anaknya yang pantas untuk mendapat dukungannya.

Selasa, 05 Mei 2015

CINTA PERTAMA


 
Berbicara tentang cinta pertama, aku yakin semua manusia pasti pernah mengalami yang namanya 'first love'. biasanya first love itu terjadi saat masa masa sekolah. entah itu SMP atau SMA. cinta pertama atau fisrt love ini biasanya di sebut juga cinta diam diam. kenapa? karena rata rata orang yang aku temui menyebutkan bahwa mereka yang sedang mengalami fist love mencintai secara diam diam. 
biasanya, apabila first love ini terjadi saat SMP atau SMA, sasarannya ialah kalau bukan kakak kelas pasti teman kelas. entah mengapa cinta pertama ini di sebut cinta diam diam juga, entah itu orang yang kita sukai sudah punya pacar dan pacarnya itu adalah kakak kelas atau bahkan cinta pertama kita ini adalah sahabat kita sendiri. makanya, mau tidak mau mereka yang mengalami cinta pertama selalu menyebut cinta mereka diam diam.

menjadi secret admirer (pengagum rahasia) adalah salah satu pilihan yang tepat saat kita menemui masalah di atas. memandangnya dari kejauhan, melihat punggungnya saja, atau tersenyum sembunyi sembunyi saat berada di sampingnya. hanya itu yang bisa di lakukan saat kita menjadi pengagum rahasia. saat sedang melihatnya bersama pacarnya, rasanya seperti tertembak peluru pas di hati. rasanya SAKITT!!!  sekali. bahkan kalau kau sangat mencintainya, kau bahkan tak bisa bernapas. saat kau tau di tertawa karena seseorang kau merasa sangat sedih dan juga sangat kecewa. ini adalah penyakit yang sangat sulit di obati. 
SAKIT HATI. yappp! siapa yang bisa menyembuhkannya? obat apakah yang bisa membuat hatimu membaik seperti saat kau sakit kepala, minum obat yang kau beli di warung warung dan setelah kau minum sakit kepalamu hilang. tapi, sakit hati? kita harus minum obat apa? BAIGON! ahh.. berhenti berfikir bodoh.


aku pernah menonton sebuah film,pemainnya itu berkata seperti ini "cinta pertama itu tidak akan pernah berhasil". aku rasa dia benar, aku mengalaminya dan memang tidak akan pernah berhasil. 
seorang teman juga pernah berkata "diantara 1000 orang di dunia ini, mungkin hanya 2 orang saja yang akan bersama dengan cinta pertamanya". dia melanjutkan "meski begitu, aku ingin menjadi salah satu dari dua orang beruntung tersebut".

tapi aku rasa kita mustahil untuk menjadi dua orang beruntung itu. dia bahkan tidak pernah melihat kita sedikitpun. aahh... sudahlah ini menyakitkan. tapi, cinta pertamalah yang membuat mempelajari banyak hal. aku ingin berterima kasih pada cinta pertamaku, karenanya... aku bisa menjadi lebih dewasa, karenanya aku bahkan bisa melepaskan apa yang bukan milikku. walaupun itu..... SANGAT MENYAKITKAN.

Jumat, 01 Mei 2015

MA BOY




“selamat pagi dunia… dan terima kasih TUHAN masih membiarkanku bernapas sampai hari ini” ujar seorang perempuan yang tengah memandangi matahari terbit di balkon kamarnya.
“aisyah!! ayo cepat turun, sarapan dulu.” panggil seseorang di bawah sana
“aku mandi dulu ma” ujarnya
“…..”
Setelah selesai mandi, aisyah bergegas berpakaian. Mengumpulkan buku bukunya dan memasukkannya ke dalam tas dengan sembarang, lalu di gendongnya tasnya itu menuju lantai dasar.
Aisyah lalu duduk di meja makan dan langsung menyantap sarapan buatan ibunya.

“ya ampun aisyah.. kamu itu anak perempuan nakk, kenapa berpenampilan begitu sih” oceh sang ibu. Aisyah tak merespon ocehan ibunya.

“kamu itu harus lebih sopan kalau berpakaian. Kamu kan perem” belum sempat ibunya menyelesaikan perkataanya, aisyah bangkit dari meja makan dengan sepotong roti di mulutnya dia berjalan keluar pintu.

“aisyah!!! perempuan nggak boleh makan sambil berjalan!!! Sini kamu!” gertak sang ibu.

Argghh.. ngapain sih ibu ngurusin hidup aku, aku kan begini orangnya. Bukannya kita harus tampil alami yah? Ahh.. masa bodo! Aisyah membatin

“DIMAS…DIMAS…” panggil aisyah di depan rumah seseorang.

“DIMAS..DIMAS…” panggil aisyah lagi. Tak ada yang menjawab atau bahkan keluar.

“DIMASS!!!!!!” teriakk aisyah. tiba tiba seseorang keluar dari rumah itu, berpakaian seragam yang sama dengan aisyah.
 “ngapain sih loe teriak teriak gitu?” kesal si cowok.
“abisnya sih elo di panggil panggil nggak keluar keluar. loe budek yah ha!” gertak aisyah
Si cowok itu lalu diam dan hanya mendumel tak jelas. Mereka berdua pun berjalan keluar kompleks untuk menuju sekolah.

“app aloe liat liat”gertak aisyah
“ihhhh.. loe kok gertak gertak gue sih, gue kan nggak ngapa ngapain ai” kata lelaki itu yang bernama dimas.
“abisnya loe liatin gue, gue kan nggak suka”
“ish.. loe jorok banget sih, ngisap ngisap jari jari loe.” Kritik dimas
“biariinn” kata aisyah sambil menjulurkan lidah. “loe mau? Nii!”sambil memberikan jarinya pada dimas.
“aakkkk!!! Ishh…ish…aisyah mah…”
“loe tu BANCI banget sih dim, gitu aja loe udah teriak teriak” kata aisyah sambil menendang kerikil yang di dapat oleh kakinya.
“gue nggak banci tau!! Loe aja tuh, nama AISYAH  tapi kelakuan kaya AIMAN.hahhaha…” canda dimas.
“eloo tuhh, nama DIMAS kelakuan kayak DINA. Hahahaha.. “ goda aisyah.
“ihhh.. aisyah mah… “ ngambek dimas.
“tuh..kan banci banget. Dari suara aja loe lembek banget tau”
“ihhhh…”
“tuh.. busnya udah datang, ayo naik” aisyah lalu menarik lengan dimas masuk ke dalam bus.


AISYAH nama yang cantik bukan? Tapi namanya tidak secantik penampilannya. Dia adalah cewek yang tomboy, bukannya memakai sepatu balet malah dia lebih senang memakai sepatu kets bertali. Bukannya suka pake bandana, dia lebih suka memakai topi, bukannya memakai tas slampengan, dia malah lebih suka memakai ransel. Sedangkan DIMAS tak terlihat seperti seorang lelaki. Kulitnya putih bersih. Mungkin karena dia keturunan china. Wajahnya terlalu imut untuk seorang lelaki. Tidak memiliki otot di lengannya. Tangannya halus bak bayi. Dan dia tidak bau keringat sama sekali tapi dia selalu bau farfum limite edition. Dia lebih lembut di bandingkan aisyah, setiap dia di bully selalu aisyah yang memukul orang orang yang membullynya, selalu berlindung di balik punggung  aisyah. sebagai seorang cowok dia terlihat… terlalu gemulai.

aisyah... “ panggil dimas. Aisyah menoleh namanya di panggil
“nggapain loe di sini?” Tanya aisyah heran.
“pasangin dasi gue dong…”dengan nada yang gemulai “gue nggak tau cara pakainya” tambahnya. Semua orang di kelas aisyah terkaget kaget mendengar ucapan dimas barusan, mereka berusaha menahan tawa mereka agar dimas tidak tersinggung. Aisyah yang merasa akan hal itu lalu menarik tangan dimas menuju taman sekolah.

“aduhh dimas, ngapain sih loe ngomong seperti itu di depan temen temen gue” sambil memukul dahinya.
“kenapa?? Aku kan cuman bilang pasangin dasi gue, gue nggak tau pasang dasinya”
Aisyah menghembuskan napas panjang lalu segera memasangkan dasi dimas.
“loe itu harus belajar masang nasi sendiri dim, nanti kalo gue nggak ada gimana” kata aisyah saat memasangkan dasi di leher dimas.
“hmm? Emangnya loe mau ke mana? Loe kan nggak akan kemana mana”
“yah.. iyaa sih, untuk saat ini tapi nanti gimana? Gue kan udah mau lulus tahun depan sedangkan loe masih mau menetap tahun depan. Kalo gue udah nggak di sini lagi, siapa yang akan masangin dasi loe?” cerocos aisyah.
“hmmm.. MAMY GUE DONG!” spontan dimas yang membuatnya tertawa girang.
Aisyah lalu mendorong dimas kebelakang dan tertawa.
“ihhh.. aisyah, sakit tau.aahhh..” kata dimas dengan nada yang manja.
“DASAR BANCI!!!”
“AISYAHHH..!!!” marah dimas.

Malam yang indah, di atas sana ada ribuan bintang memancarkan sinarnya. Di bawah langit indah itu aisyah dan dimas tengah berbaring di atas terpal menutupi rumput jepang yang basah akibat hujan sore tadi  menghadap langit berbincang banyak hal yang serius kemudian menjadi lelucon bagi mereka.
“dim.. kalo loe jadi bintang, loe mau jadi bintang yang mana? Tunjuk aisyah pada bintang bintang di langit.
“gue.. mau jadi bintang Sirius.” Jawab dimas
“Sirius itu yang mana?” aisyah mencari cari
“itu” tunjuk dimas pada salah satu bintang. “itu namanya bintang Sirius, bintang yang paling terang di antara bintang lain” dimas menambahkan.
Benar. Bintang yang di tunjuk dimas memang lebih terang di antara bintang bintang yang lain di atas sana.
“iyahh yah.. cantik. Lebih terang lagi” aisyah menyimpulkan sebuah senyum.
Selama beberapa menit, mereka diam tanpa kata memandang langit malam yang sangat indah.
“aisyah, gue pengen loe jadi cewek seutuhnya. Memakai bandana, tidak memakai sepatu kets berbicara sopan, tidak selalu berkelahi dan pintar memasak. Seperti wanita wanita kebanyakan.” Kata dimas memulai percakapan.
Perkataan dimas itu membuat aisyah mengerutkan kening.
“kenapa loe tiba tiba ngomong begitu?” Tanya aisyah heran.
“nggak. Gue cuman kasih saran aja supaya loe bisa kayak cewek cewek yang lain gitu.” Jawab dimas mantap
“alllaa.. elo mah sama aja kayak nyokap gue. Suruh gue buat berubah.” Jawab aisyah kesal.
“tapi kan itu demi…”
“seharusnya loe tuh yang ngubah diri loe, masa cowok nggak tau masang dasi, nggak tau berkelahi, takut ikut karate. Cowok appaan tuh.” Potong aisyah geram
“huuuffftt…” dimas menghembuskan napas.
“ayo masuk. Gue mau nonton bola sama bokap” kata aisyah sambil bangkit dari tempatnya berbaring. Dimas pun ikut bangkit.

Pukul 12: 45 AM

Aisyah tengah resah menunggu dimas di gerbang sekolah. Asiyah sudah mondar mandir dari tadi tapi batang hidun dimas belum juga kelihatan. Setelah menunggu lama, aisyah lalu menghampiri kelas dimas, yang terletak jauh di belakang. Kelas 1 dan 2 memang terletak di belakang.
 saat tiba di sana, aisyah melihat dimas sedang di keremuni oleh teman temannya yang lain. Aisyah geleng geleng kepala dan mengepalkan tangannya.
“heyyy!!!” seru aisyah membuat semua orang menoleh padanya.
“aisyah…..” dimas berlari menuju aisyah dan berlindung di belakangnya.
“nggapain loe ganggu dimas ha!”. Aisyah yang geram, lalu memukul hidung mereka satu persatu. Hingga mengeluarkan darah. Mereka lalu kabur meninggalkan aisyah dan dimas.
“MAKANYA LOE HARUS IKUT KARATE, SUPAYA LOE BISA HAJAR MEREKA.!!!!” Bentak aisyah yang membuat dimas hanya menunduk dan tak berkata apa apa.
 “loe harus berubah dim. Loe mau di gituuin terus kayak kemarin?”
“…..”  diam dimas.


Hari ini aisyah lulus. Setelah penantian yang panjang, akhirnya asiyah akan melanjutkan sekolahnya ke luar negeri mengikuti kakaknya. Hal yang paling dia tunggu tunggu selama hidupnya.
“dim… gue akan ke aussie!! Yeayyy.. akhirnyaa dim akhirnya…” kata aisyah girang.
“tapi loe bakal ninggalin gue…” kata dimas sedih. Melihat itu, aisyah memeluk dimas dan mengusap ngusap punggunya.
“tenang aja.. masih ada nyokap loe kok yang masangin dasi” aisyah meledek.
“ahh.. aisyah..” dimas pun melepas pelukannya dari aisyah dan tanpa bisa ia tahan, butir butir kecil mulai muncul bola matanya dan terjun ke pipinya.
“loe nangis yah?” kata aisyah kaget.
hikss..hiks..hiks…” buaknnya berhenti, dimas malah menangis makin keras. Membuat aisyah menggaruk kepalanya dan menahan tawa.
Dimas mengantar aisyah menuju bandara.hari ini aisyah akan pergi ke aussie untuk melanjutkan sekolahhnya. Dimas merasa sangat kehilangan.
“ingat yah. Jangan mau di bully lagi sama anak anak tengik itu. loe harus berani lawan  mereka. Gue nggak mau loe kalah lagi sama mereka. Okeyy?”  pesan aisyah pada dimas.
“(tersenyum) iyaa.. gue nggak bakal kalah lagi kok. Tenang aja.” Dimas tersenyum sumringah.
“oh iya. Dan loe harus tau caranya pakai dasi. Jangan suruh nyokap loe masangin dasi loe.” Tambah aisyah.
“hehehe… appaa sih aisyah, iya iya.. oke” dimas mengangguk setuju.
“elo juga. Di sana jangan berpenampilan seperti cowok. Nanti bule bule itu nggak mau sama elo.” Kata dimas menggoda aisyah.
“hahaha.. iya..iya.. oke deh.” Kata aisyah sambil membentuk ok pada jarinya.
“hati hati yah nakk, salam sama kak morra di sana, kalau udah sampe telfon ibu yah” kata nyokap aisyah. aisyah lalu memeluk ibunya erat.
“hati hati yah ai, jangan lupain gue” pinta dimas. Aisyah tersenyum.
Aisyah lalu menuju pesawat yang akan dia naiki untuk ke aussie. Dan itulah hari dimana aisyah dan dimas bertemu untuk terakhir kalinya.



sudah berapa lama aku meninggalkan kota ini? Tidak banyak yang berubah. Aku rinduu sekali kota manis nan indah ini.
“aisyah…”
“MAMA…..” aisyah menghambur ke pelukan mamanya.
“Alhamdulillah. Mama kangen banget sama kamu nak”
“ai juga ma” aisyah meneteskan air matanya.
“kak morra mana ma? Trus bungaa mana? Aku mau lihat keponakan aku.” Tanya aisyah bertubi tubi.
“itu.. ada di dalam lagi main juga sama bunga.” Jawab mama membuat aisyah berlari ke lantai atas.
“bunga.. sini sama tante sayang” kata aisyah sambil mengambil bunga dari gendongan sang kakak.
“aku bawa keluar yah kak” kak morra mengangguk.
Saat aisyah bermain di luar bersama bunga. Dia memandang rumah yang tak asing lagi baginya 10 tahun yang lalu. masih jelas di benaknya ketika dia dan dimas ke sekolah bersama sama. Naik bus bersama bahkan memukul seseorang yang menyentuh dimas. Ingatannya itu membuat dia menyimpulkan sebuah senyuman.
“aku tidak bisa lagi melakukan itu sekarang” aisyah membatin.

Tiba tiba sebuah mobil berbelok memasuki rumah dimas. Aisyah tiba tiba merasa deg degan dia terus memandang mobil itu. semakin dia memandang, semakin jantungnya membludak. Seseorang berpakaian polisi lengkap keluar dari mobil tersebut. Membuat aisyah membelalakan matanya dan spontan mulutnya terbuka. Dia tidak menyangka, apa yang di lihatnya sekarang. Terlihat, laki laki itu pun menatap aisyah dengan tatapan yang sama. Mereka berdiam sejenak memandang satu sama lain.
“AI..SYAH…” kata seseorang itu. aisyah meneteskan air mata.
“sudah lama sekali yah, berapa lama yah… 10 tahun bukan?”
Aisyah hanya menatap seseorang itu yang tak lain adalah DIMAS. “kenapa menatap ku seperti itu?” tanyanya.
“kau… kau…” suara aisyah bergetar.
“ini semua berkat mu. Aku seperti ini semua adalah berkat mu.” Dimas tersenyum.
“kau juga.sekarang kau jauh lebih cantik mengenakan hijab. Ini baru pas dengan nama aisyah” candanya yang membuat aisyah tersenyum.
“aku… merindukanmu dimas” kata aisyah kemudian. Dimas hanya tersenyum pada aisyah
“aku juga. Bahkan semenjak kau pergi saat itu aku mulai merindukanmu”
“jadi… siapa yang memasangkan dasi mu semenjak aku pergi?” goda aisyah.
“hahahha… kau tahu, aku sudah belajar keras untuk memasang dasi, tapi tetap saja aku tak bisa bisa” sambil tertawa.
“jadi… aku mau kau memasangkan dasi lagi untukku. Bukan karena aku tidak bisa, tapi karena itu kewajibanmu.” Sambil memandang aisyah serius.
Kening aisyah mengkerut. “aku mau… kau hidup denganku” spontan dimas. Membuat aisyah kaget dan tak berkata apa apa.
“aku selalu menunggumu pulang, selalu bercerita pada ibumu. Mengetahui kabarmu dari ibumu bahkan aku sudah mengatakan ini pada ibumu.dan ibu mu sangat menyetujuinya. Aku selalu menunggu saat saat ini aisyah.” kata dimas panjang lebar.
Tak bisa di bendung lagi. Air mata aisyah tumpah membasahi pipinya yang tembem. Dia sangat terharu mendengar ucapan dimas. Dimas memeluknya erat dan menghapus air matanya.

10 tahun yang lalu, dia adalah lelaki ku yang imut, yang selalu berlindung di balik punggungku. Membuat ku tidak pernah memandangnya sebagai lelaki. Tapi sekarang, dia tidak akan lagi berlindung di balik punggungku.dialah yang akan berada di depan untuk melindungiku, dan  akulah yang akan berlindung di balik punggungnya.

Rabu, 29 April 2015

SEMUSIM

sekitar setahun yang lalu. untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasa sangat dekat denganya. seseorang yang hanya ku pandang dari jauh, seseorang yang ku pandang saat dia membelakangiku, dan  seseorang yang ku pandang bahkan punggungnya pun tak apa. bahagia? tapi aku juga sedih. kenapa? bahagia karena bisa berdekatan dengannya dan sedih karena dia akan hilang dari pandangan mataku. dia akan meninggalkan sekolah ini untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi. 

sebenarnya saat aku menulis ini, aku merasa sedikit 'sakit' karena selama ini aku menguburnya dalam hatiku, tapi karena aku ingin mengenangnya jadi itu tak masalah.

aku adalah seseorang yang berani mencintainya diam diam. rasanya? jangan di tanya lagi. aku yakin kalian semua pernah sepertiku dan aku tahu kalian juga pasti merasakannya.  seperti kebanyakan cinta tak terbalas. aku sebagai pelakunya hanya berstatus sebagai adik kelasnya. berani mencintainya adalah sesuatu yang sangat menantang. kenapa? karena.. dia juga mencintai orang lain. dalam hal ini dia memiliki kekasih.

waktu itu, saat semua orang merayakan kelulusannya, mencoret coret seragam mereka, mencoret coret rambut mereka, aku memberanikan diri untuk mendekatinya hanya sekedar... meminta foto padanya. dalam hal ini, ini yang pertama dan mungkin saja untuk yang terakhir kalinya.

memandangnya sedekat ini membuat jantungku ingin lepas. napas ku tak beraturan dan tanganku gemetar. aku sudah mencintainya sejak dulu. sejak dulu sekali. tapi... dia tidak menyadarinya.

ku siapkan spidol untuk menulis namaku di seragam kelulusannya itu. dalam hati aku berkata "ini adalah kenanganku untukmu, agar suatu saat kau bisa mengingatku juga".

di saat itulah, aku memandangnya untuk terakhir kalinya. saat itu juga untuk pertama kalinya aku dekat dengannya, sangat dekat denganya. 
aku... merindunya sejak dia hilang dari pandangan mataku. tidak ada lagi hari senin indah bagiku. upacara bendera adalah salah satu cara agar aku bisa memandangnya lebih lama walaupun itu dari kejauhan.

sekarang sudah semusim aku tak melihatnya. dia... orang yang sangat tidak muncul dalam media sosial,dan itu membuatku tak tahu harus mencarinya kemana.
walau yang aku tahu terbagi dua musim panas dan hujan, aku menggambarkan rinduku padanya seperti musim yang terus berganti hari demi hari, bulan demi bulan bahkan tahun demi tahun. 
dia... tak pernah hilang dari hatiku.